Anak-Anak Boros? Yuk, Ajarkan Mereka Literasi Keuangan
Masih ingatkah kasus anak-anak yang tak sengaja menghabiskan jutaan rupiah dari rekening orang tuanya hanya untuk belanja online? Anak yang tidak tahu besar-kecil nominal uang akan secara buta mengklik barang yang disukainya tanpa pengawasan orang dewasa. Pemborosan ini terjadi karena minimnya pemberian literasi keuangan sejak dini oleh orang tuanya.
Sebagian besar orang tua mengajarkan konsep uang dari yang paling dasar, yaitu menabung, sejak anak berusia tiga tahun. Sayangnya, jika ajaran menabung ini tidak diiringi dengan pengamalan sedekah, anak akan menjadi pribadi yang kikir. Bahkan, ia akan menjadi sensitif terhadap siapapun yang menyentuh tabungannya. Padahal, Allah bersabda, “… Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung,” dalam penggalan Q.S. Al-Hasyr: 9.
Allah juga memperingatkan bahwa “Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya,” dalam Q.S. Al-Isra': 27. Dengan adanya literasi keuangan yang baik, anak diharapkan dapat menjadi pribadi yang hemat dan dermawan seperti Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya. Berikut beberapa tips bagi orang tua untuk mengajarkan keuangan pada anak.
1. Ajarkan Menabung dan Kelola Pengeluaran dengan Prioritas
Tanamkan pada anak pengelolaan uang dengan tiga skala prioritas, yaitu menjadi 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan. Kebutuhan utama harus didahulukan untuk mencegah perilaku konsumtif dan impulsif anak atas keinginannya.
2. Tanamkan Hidup Sederhana dan Hindari Menumpuk Harta
Ajarkan anak hidup sederhana meskipun mampu agar mereka konsisten dengan skala prioritas pengeluaran uangnya. Selain itu, ingatkan mereka untuk menabung secukupnya agar tidak menumpuk harta secara berlebihan.
3. Kenalkan Investasi dan Risiko Keuangan secara Ringan
Ajak anak memahami konsep investasi sederhana dengan membeli barang yang bisa dijual lagi tanpa melibatkan riba atau spekulasi. Beritahu mereka resiko keuangan seperti utang dan bunga.
4. Libatkan Anak dalam Aktivitas Keuangan Nyata
Berikan anak pengalaman langsung berbelanja dengan uang saku terbatas untuk belajar mengelola anggaran kecil. Biasakan mereka mencatat pemasukan dan pengeluaran sekecil apapun.
5. Didik Anak untuk Bersedekah dengan Ikhlas
Jangan hanya mengajarkan anak menabung, tapi juga berbagi dengan yang membutuhkan. Dengan terbiasa bersedekah, anak tumbuh jadi pribadi yang penyayang dan tidak bakhil.
Mengajarkan anak perihal uang bukan semata cara mengelolanya, tapi juga membentuk akhlak baik mereka terhadap Allah Swt. dan sesamanya. Dengan bekal literasi keuangan sejak dini yang seimbang antara dunia dan akhirat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkah hidupnya.
Referensi:
BPKH. (2024). “7 Cara Mengatur Keuangan Ala Rasulullah yang Praktis dan Efektif”. https://bpkh.go.id/cara-mengatur-keuangan-ala-rasulullah/. Diakses pada 1 Agustus 2025.
Mancone, Stefania dkk. (2024). “Youth, money, and behavior: The impact of financial literacy programs”. Frontiers in Education 9.
Pradhana, Irfan Bayu. (2025). "6 Tips Menanamkan Keterampilan Finansial Sejak Dini untuk Masa Depan yang Lebih Baik - Media Keuangan". https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/6-tips-menanamkan-keterampilan-finansial-sejak-dini-untuk-masa-depan-yang-lebih-baik. Diakses pada 1 Agustus 2025.
Komentar