Gambar sampul untuk Bintang Bumi Pertiwi

Sumber: puisi

Kertas itu mulai buram.

Menatap masa depan yang suram.

Hidup dalam gelap nan kelam.

Tiada cahaya bagai batu dalam kolam.

 

Secuil cahaya mulai menyinari.

Pada generasi–generasi yang mulai frustasi.

Kurangnya pendidikan agama sejak dini.

Budi pekerti begitu mahal pada hari ini.

 

Krisis moral melanda di mana-mana.

Bumi Pertiwi kehilangan bintangnya.

Generasi berbudi, di mana engkau berada?

Negeriku rindu engkau tiba.

 

Duhai pengemban amanat bangsa.

Apakah engkau diam melihat ini semua?

Pembunuhan, kekerasan,bagai hal biasa.

Di mana hatinya?

 

Wahai hati nurani...

Di mana bintang bumi Pertiwi?

Di mana teladan–teladan negeri?

Yang menjadi inspirasi kami.

 

Kita adalah bangsa yang berdaulat.

Menggenggam Bhinneka Tunggal Ika dengan erat.

Persatuan dan kesatuan kunci terkuat.

Menuju Indonesia jaya dan berdaulat.

Komentar

Memuat komentar...